BLOG AGENTNCO Risk Control Apa Artinya, Cara Kerjanya, dan Contoh

Mengenal Risk Control

Risk control atau pengendalian risiko adalah seperangkat metode di mana perusahaan mengevaluasi potensi kerugian dan mengambil tindakan untuk mengurangi atau menghilangkan ancaman tersebut. Ini adalah teknik yang memanfaatkan temuan dari penilaian risiko, yang melibatkan identifikasi faktor risiko potensial dalam operasi perusahaan, seperti aspek teknis dan non-teknis bisnis, kebijakan keuangan, dan masalah lain yang dapat memengaruhi kesejahteraan perusahaan.

Pengendalian risiko juga menerapkan perubahan proaktif untuk mengurangi risiko di area ini. Dengan demikian, pengendalian risiko membantu perusahaan membatasi aset dan pendapatan yang hilang. Pengendalian risiko adalah komponen kunci dari protokol manajemen risiko perusahaan (ERM) perusahaan.

Bagaimana Pengendalian Risiko Bekerja

Bisnis modern menghadapi berbagai macam rintangan, pesaing, dan potensi bahaya. Pengendalian risiko adalah strategi bisnis berbasis rencana yang bertujuan untuk mengidentifikasi, menilai, dan mempersiapkan setiap bahaya, bahaya, dan potensi bencana lainnya—baik fisik maupun kiasan—yang dapat mengganggu operasi dan tujuan organisasi. Konsep inti pengendalian risiko meliputi:

  • Avoidance: Penghindaran adalah metode terbaik untuk pengendalian kerugian. Misalnya, setelah mengetahui bahwa bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan barang perusahaan berbahaya bagi pekerja, pemilik pabrik menemukan bahan kimia pengganti yang aman untuk melindungi kesehatan pekerja.
  • Loss Prevention: Pencegahan kerugian menerima risiko tetapi berupaya meminimalkan kerugian daripada menghilangkannya. Misalnya, persediaan yang disimpan di gudang rentan terhadap pencurian. Karena tidak ada cara untuk menghindarinya, program pencegahan kerugian diberlakukan. Program ini mencakup patroli penjaga keamanan, kamera video, dan fasilitas penyimpanan yang aman. Asuransi adalah contoh lain dari pencegahan risiko yang diserahkan kepada pihak ketiga berdasarkan kontrak.
  • Loss reduction: Pengurangan kerugian menerima risiko dan berupaya membatasi kerugian ketika ancaman terjadi. Misalnya, perusahaan yang menyimpan bahan yang mudah terbakar di gudang memasang alat penyiram air canggih untuk meminimalkan kerusakan jika terjadi kebakaran.
  • Separation: Pemisahan melibatkan penyebaran aset utama sehingga peristiwa katastropik di satu lokasi hanya memengaruhi bisnis di lokasi itu. Jika semua aset berada di tempat yang sama, bisnis akan menghadapi masalah yang lebih serius. Misalnya, sebuah perusahaan menggunakan tenaga kerja yang beragam secara geografis sehingga produksi dapat berlanjut ketika masalah muncul di satu gudang.
  • Duplication: Duplikasi melibatkan pembuatan rencana cadangan, seringkali dengan menggunakan teknologi. Misalnya, karena kegagalan server sistem informasi akan menghentikan operasi perusahaan, server cadangan sudah tersedia jika server utama gagal.
  • Diversification: Diversifikasi mengalokasikan sumber daya bisnis untuk menciptakan banyak lini bisnis yang menawarkan berbagai produk atau layanan di industri yang berbeda. Kehilangan pendapatan yang signifikan dari satu baris tidak akan mengakibatkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada keuntungan perusahaan. Misalnya, selain menyajikan makanan, sebuah restoran memiliki toko kelontong yang menjual saus salad, bumbu perendam, dan saus.

Tidak ada satu pun teknik pengendalian risiko yang akan menjadi pelindung untuk menjaga perusahaan bebas dari potensi bahaya. Dalam praktiknya, teknik-teknik ini digunakan bersama-sama satu sama lain dengan tingkat dan perubahan yang berbeda-beda seiring dengan pertumbuhan korporasi, seiring dengan perubahan ekonomi, dan seiring dengan pergeseran persaingan.

Sebagai bagian dari upaya manajemen risiko, perusahaan mengembangkan Business Continuity Plan (BCP) sebagai sarana untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis inti dapat berlanjut jika terjadi bencana. BCP berperan dalam menanggapi masalah yang disebabkan oleh kejadian yang tak terduga seperti bencana alam atau wabah penyakit yang menyebabkan tidak dapat berlangsungnya kegiatan bisnis.

Untuk lebih lanjut mengenai business continuity plan, klik di sini.

Leave a reply